FVL
Wajahnya merona lembayung senja.
Seperti terhampar dilangit bersama awan
Senyumnya laksana mentari pagi.
Lepas tak bersembunyi dibalik domba-domba
langit.
Menari - nari di dalam kecerian.
Bertutur dalam sebuah kesederhanaan.
Kadang tatapanya tajam aku tak kenal.
Atau berubah menjadi es yang penuh misteri.
Kupikir dia periang, seperti domba-domba
dilangit.
Bergumul dan menari di hamparan luas sana.
Berteman dengan angin atau hangatnya lembayung.
Saat terakhir kuingat, hangatnya tak pernah
berubah.
AEI
Kukenal dengan senyuman tenang.
Menghangatkan hati yang bimbang.
Menenangkan jiwaku yang tak pernah diam.
Aku tertegun dengan diamnya.
Sayu tatapnya lembut menimpa angan.
Lembut dalam tutur tersirat lisan.
Terang hati, mungkin terbawa rembulan.
Pelan tatapnya tak menyilaukan.
Lambat laun wajahnya terbalut kain iman.
Sikapnya semakin hangat dan nyaman.
Tapi, lambat laun ku tak berjabat tangan.
Terpisah jarak yang tak pernah terjelaskan.
YY
Lembut senyumnya merona.
Aku tetegun dalam pesona.
Tak pernah aku merana.
Mungkin hati telah terpana.
Kupalingkan muka, berpura tak terkesima.
Tapi apa daya, hati tak pernah menerima.
Aku terjebak amarah yang tak berdaya.
Aku terjatuh dalam cinta.
Namun kenyataan tak pernah seperti asa.
Ku terjatuh dalam kehinaan dan merana.
Tak pernah bisa berkata.
Aku tak berdaya.
Tenggelam jauh tak sanggup berenang.
Dalam hidup terus terkenang.
Beribu dara yang terbang.
Namun kau hanya seorang.
RKA
Senyumnya membuat kopi hitam tak terasa.
Aku terbakar dalam asa.
Mengubur sebuah putus asa.
Menabur angan agar aku bisa.
Kata demi kata menjadi sebuah kerangka.
Mengangkat hati tanpa suara.
Menginjak pedal sebuah cita.
Aku bergegas belari untuk mencipta.
Kepalaku menjadi terang.
Tak terikat aral melintang.
Bersungguh untuk berjuang.
Sampai aku bisa terbang.
Ndut (Ayang)
Senyumnya bunga panca warna.
Berbalut suka penuh rasa.
Terbalut pipi merona.
Dengan lentikan mata bak bermaskara.
Tapi terkadang seperti awan mendung.
Terbalut angin yang tak terbendung.
Atau seperti batu yang membendung.
Rupanya masam dibalik kerudung.
VA
Tak setinggi pohon ramin atau jati.
Namun tegar dan bertaji.
Langkah kecil eloknya hati.
Berbalut rupa murah berseri.
Tutur lembut pintalan sutra.
Membuat duka menjadi reda.
Lembut menawan dalam kata.
Batu
pun menjadi pasir merata.
No comments:
Post a Comment