Tuesday, August 17, 2010

Selamat Pagi

Pagi adalah waktuku mulai melangkah menuju tempat bekerja. Dengan mantap kulangkahkan kaki kananku dengan pikiran yang positif dan senyuman yang kupasang di wajah. Kuhirup sejuknya udara saat melewati beberapa tetangga sembari mengucapkan selamat pagi. Saat aku tersenyum dunia rasanya tersenyum padaku, dan hari itu adalah hari yang ceria untuku. Jika aku beruntung senyumanku dibalas oleh mentari yang ceria mengawali hari. Sampai di pertigaan aku bertemu dengan tukang nasi uduk langgananku, entah kenapa aku selalu membeli nasi uduk disitu dan tempat itu selalu ramai oleh ibu – ibu yang ngerumpi saat belanja di tukang sayur yang mangkal. Sebenarnya bukan nasi uduknya yang spesial, namun rasanya aku harus peduli dengan tetanggaku sendiri, jika bukan orang sekitar dia yang membeli siapa lagi?? Menu utama sarapan pagi adalah nasi uduk dengan sambel kering tempe ditambah tahu dan bihun. Itu menu yang sering aku simpan di perut dipagi hari yang sejuk menjelang berangkat ke kantor. Terkadang aku menambahkan telur kedalam nasi uduk itu, ya itung itung nambah protein di pagi hari.

Setelah selesai aku membeli sarapan, aku berjalan ke arah jalan sejauh 500 meter seapanjang jalan ini udara terasa segar kuhirup. Namun dari jalan aku kembali melangkah 100 meter lebih ke arah titik jemputan, disini rasanya udara pagi terasa sesak kuhirup. Kalo aku kepagian aku bisa mengobrol dulu dengan beberapa teman dari perusahaan lain, tidak terlalu kukenal tapi bisa menghilangkan rasa jenuh saat menunggu bus jemputan sembari basa basi dengan orang lain. Pukul 07:30 Bus jemputan lewat, sambil membuka pintu aku ucapkan selamat pagi, saat itu aku langsung beraksi menjahili teman – teman jemputanku. Tidak perlu waktu lama untuk membuat mereka tertawa, hanya perlu celotehan yang konyol, bagiku sayang sekali naik jemputan hanya di isi dengan tidur. Itu adalah waktu untuk pemanasan otak sebelum bekerja, yang harus di isi dengan sebuah motivasi agar bisa lebih semangat dalam bekerja. Itu sama halnya merangsang orang berpikir lebih fresh, membuat orang jengkel dengan humor yang konyol adalah metode yang biasa aku lakukan agar teman – teman satu jemputanku melakukan pemanasan berpikir sebelum bekerja. Ibaratnya sebuah sepeda motor, perlu sedikit pemanasan mesin agar kinerja mesin tidak terganggu saat mulai beroperasi.

Banyak sekali hal yang bisa kulihat saat perjalanan menuju tempat kerja, setiap hari satu persatu aku jadikan bahan untuk membuat orang tertawa. “Ternyata kebahagiaan itu bisa muncul dari apa saja”, mungkin kadang tidak kita sadari. Setelah melalui kemacetan dan melewati tol maka bus akan segera sampai menuju tempatku bekerja. Saat itu aku buka jaket yang kupakai untuk menagkis dinginnya AC mobil dan aku ambil ID Card. Sesampainya di pabrik aku bergegas turun aku pasang senyumku sembari mengucapakan selamat pagi pada satpam yang memegang alat pemerikasa suhu tubuh. Mentari hangat kurasakan menembus kulitku saat itu. Terkadang aku memperlambat jalanku untuk merasakan hangatnya mentari di pagi hari. Namun rasanya kaki ini gatal jika ku berjala pelan, entah mengapa rasanya aku selalu ingin berjalan cepat, terkadang aku berlari untuk mengabsen dan menuju loker. Entah kenapa aku sering seperti itu. Mungkin kakiku ini memang gatal jika dibawa jalan pelan??

Singkat cerita setelah aku bekerja aku kembali berjalan menuju loker, dengan segala kepenatan dan pengalaman sesudah bekerja aku buka loker untuk membawa tas dan menaruh topi kerjaku. Jangan lupa mengabsen sebelum pulang, biasanya aku bertemu dengan ibu ibu yang satu jemputan dengan aku. Dan mengatakan “ iiihhhh…. Kamu nakal “ itu sandi untuk mengawali kekonyolan di sore hari. Keluar dari pabrik aku bergegas berjalan menuju pemeriksaan satpam yang sudah stand by di jalur keluar. Saat aku membuka Bus ku ucapkan “ Selamat Pagi !!! “ itu bukan salah ucap tapi itu adalah caraku untuk tetap semangat di akhir kepenatan dalam bekerja. Dan setelah semua orang masuk ke bus aku mulai beraksi dengan berbagai kekonyolan, aku mulai menggoda semua penumpang sasaran utama adalah dewi, Lusi, mbak Uut dan Bu Ii. Interaksi dimulai dan masa bodo dengan kegaduhan yang tercipta. Aku menjadi pria penggoda hahaha, maksudnya membuat semua orang berinteraksi dan stay on dengan sebuah keriangan. Semangat dari sisa – sisa tenaga yang telah habis saat bekerja rasanya tak pernah habis, hanya saja tubuh ini tak bisa berbohong. Lelah mendera itu memang nyata, langkah kadang terasa berat namun aku tetap tersenyum sesekali aku melihat merahnya langit dan lembayung yang indah di arah barat.

Namun bukan aku jika tak bisa melihat yang bisa membuat diriku sendiri tersenyum. Terkadang aku melihat sekelilingku saat menuju pulang ke rumah. Pernah kulihat seekor kucing mencoba menyingkilkan rumput untuk buang air kecil entah itu berak hahaha, biasanya kucing buang air di pasir, sepertinya kucing ini paham dengan peribahasa “ Tak ada rotan, akarpun jadi “. Namun saat aku tersenyum itu perjalanan mulai selesai dan perjalanan itu berakhir saat aku membuka rumahku.

“ Selamat Pagi, Awali Cerahnya Pagi dengan Senyuman ^_^ “.