Monday, December 17, 2007

ZERO With a Dream

Lalu aku berjalan di kesunyian malam, ketika itu perasaanku kacau seperti dremas dan bergumul menghitam. Entah kapan hal ini bermula tapi aku merasakn hal ini sejak aku kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupku, namun aku sendiri tak tau itu apa, sulit aku mengenalinya.
aku kecil aku melihat masa depan dan keindahan. Aku melihatnya seperti langit biru yang dihiasi awan yang indah. terkadang aku melihatnya dengan imajinasi awan itu seperti wujud makhluk hidup. Aku melihat awan itu berkejaran dan bebas melayang di angkasa walau terkadang sirna diterpa angin kencang. Terkadang aku juga pergi ketempat yang aku tak pernah pijak. Disitu terlihat komunitas yang seimbang jauh dari keramaian sederhana, namun indah. Waktu demi waktu terus berjalan bersamaan dengan jalan kehidupanku aku menjadi sosok tegar penyendiri dan cukup mandiri tapi aku terus kehilangan sesuatu yang tak pernah aku ketahui .
Perasaan imajinasiku muncul ke permukaan terkadang aku menyukai seseorang yang mirip dengan tokoh kartun. Dan aku berbicara dengan kata-kata yang sulit dipahami oleh anak seusiaku. Ketika yang lainya memikirkan bagaimana cara mengunakannya aku berpikir bagaimana cara membuatnya. Akupun berpikiran bagaimana masa depanku nanti. Lalu aku melihat sungai langit dan bintang bintang yang bertebaran dan mulai saat itulah aku berimajinasi dan selalu memandangi bintang di malam kelam seperti awan di langit biru. Aku terus melihat hayalan impian dan harapan yang tak pernah pudar diantara titik-tik kecil cahaya penghias malam itu. Dan aku sesekali diingatkan oleh sang malam dengan cahaya bulan yang terang. “ oh iya ini sudah hampir 1 bulan sejak terakhir aku melihatnya “ aku tak menyadari perubahan waktu dan histori yang ada . semua itu seperti awan yang berjalan dan berubah dihembus angin.
Terkadang aku berkhayal seandainya aku super hero aku ingin bebas melintasi langit dan angkasa. Tak jarang aku bermimpi berjalan diangkasa menghampiri semua harapan yang ada dan coba meraih semua impian. Namun aku tak mendapat semua yang kucari diantar rasa hilang yang ada.namun saat aku merasa bebas aku terbangun.
Masa depan itu seperti apa ?. aku mencoba mencarinya ke masa kecilku . aku masih teringat akan senyum masa kecilku mungkin masa lalu itu telah hilang. Ketika aku menemukan sahabat baruku aku menemukan semangat baru ketika itu aku mulai peduli dengan sahabat dan teman, menurutku itu tali yang harus dijaga agar tidak putus. Ketika itu aku melihat bintang lebih terang kekuatan semangat yang sangat tinggi dan berkobar. Sperti api yang menyala tanpa kayu bakar.
Aku hanya anak kecil yang merindukan kasih sayang dan pelukan mungkin itu cukup untuk menyalakan api hidupku.
Ketika anak seusiaku berkompetensi dengan teman sekelasnya aku mencoba berkompetensi dengan guruku. Itu seperti pemberontakn, dan mimpi buruk bagi anak seusiaku. Aku mendapat tekanan dari orang yang selalu dianggap benar.
Tapi aku selalu mencoba bertahan dan membuktikan aku kuat di terpa angin. Seperti awan yang kulihat walau terkadang pecah tapi akan bersatu lagi dan memiliki wujud yang lain.
Ketika aku pulang sekolah aku naik angkot dari kota kedaerahku sejauh 12 km , sejauh itu juga aku bergelantungan bersama kondektur dipintu mobil karena penuh dan karena orang tua lebih di utamakan duduk karena pelajar hanya bayar setengah tarif. Tapi itulah kenyataan saat itu aku tak sadari itu yang berkuasa. Tapi ketika itu aku terus melihat langit yang terkadang membuat mataku pedih dan mengeluarkan air mata. Entah itu karena asap kendaraan yang hitam atau kenyataan itu yang hitam.

No comments: